Hasil Brand Audit yang dilakukan relawan Ecoton Pada Selasa 21 April 2026 di Kali Tebu menemukan sebanyak 679 pcs sampah plastik, yang sebagian besar merupakan kemasan sekali pakai dari produk konsumsi harian.
Lima merek dengan jumlah temuan tertinggi adalah:
- Wings Group:
17,8% (121 item)
- Indofood:
12,4% (84 item)
- Unilever:
8,8% (60 item)
- Mayora:
7,4% (50 item)
- Santos
Jaya Abadi: 4,6% (31 item)
Temuan ini menunjukkan bahwa sampah plastik di sungai sangat berkaitan dengan produk yang digunakan dalam kehidupan sehari-hari, terutama kemasan sekali pakai yang berpotensi menjadi sampah jika tidak dikelola dengan baik.
Gambar 1. Data
Brand Audit Kali Tebu Surabaya (Sumber: Ecoton, 2026)
Temuan Mikroplastik di Kali Tebu pada Lima Lokasi
Selain polusi sampah plastik makro, hasil penelitian di lapangan juga mengonfirmasi adanya kontaminasi mikroplastik, yaitu partikel plastik berukuran kurang dari 5 mm yang dihasilkan dari fragmentasi sampah plastik di lingkungan. Berdasarkan pemantauan Ecoton di lima titik lokasi, ditemukan akumulasi mikroplastik sebanyak 410/100 liter air dengan sebaran sebagai berikut:
- Tambak
Segaran (Kel. Rangkah) : 40 partikel/100 liter
- Jalan
Pogot (Kel. Simokerto RW 13) : 52 partikel/100 liter
- Taman
Toga (Kel. Tanah Kali Kedinding) : 107 partikel/100 liter
- Gang
Seropati (Kel. Bulak Banteng) : 88 partikel/100 liter
- Wilayah
Hilir Tambak (Kel. Tambak Wedi) : 123 partikel/100 liter
Gambar 2. Data
Mikroplastik Kali Tebu (Sumber: Ecoton,
2026)
Jenis mikroplastik yang ditemukan
meliputi fiber, fragmen, pellet, film, dan foam, dengan dominasi fiber dan
fragmen yang umumnya berasal dari aktivitas rumah tangga.
“Temuan mikroplastik di lima
titik pemantauan Kali Tebu, mengingatkan kita bahwa kondisi ini memerlukan
perhatian bersama agar dampak pencemaran mikroplastik terhadap ekosistem air
dan kesehatan masyarakat dapat segera tertangani, kalau perlu dicegah sejak
dari sumbernya" ujar Sofi Azilan Aini, Peneliti ECOTON.
Dampak Mikroplastik bagi
Lingkungan dan Kesehatan
Kepala Laboratorium ECOTON,
Rafika Aprilianti menyatakan, “Temuan mikroplastik di Kali Tebu, ini dapat
berdampak pada ekosistem dan berpotensi masuk ke dalam rantai makanan melalui
ikan dan organisme air lainnya. Dalam jangka panjang, mikroplastik dapat terakumulasi
dalam tubuh manusia”paparnya.
Lebih lanjut, Rafika sapaan
akrabnya menambahkan penelitian terakhir menunjukkan bahwa mikroplastik juga
bisa masuk ke rantai makanan, akibatnya membawa zat kimia berbahaya, memicu
gangguan hormon bahkan sampai menurunkan kesuburan pria maupun wanita. Kalau di
tingkat organ bisa menyebabkan peradangan dalam tubuh jika paparannya terlalu
banyak dan sering.
Momentum Hari Bumi, Langkah
Sederhana dari Hulu dan Kolaborasi Ke Depan
Melalui momentum Hari Bumi,
Ecoton mengajak semua pihak untuk memperkuat pengelolaan sampah dari hulu.
Selain langkah sederhana yang bisa dilakukan sehari-hari, diperlukan juga upaya
berkelanjutan dan kolaboratif untuk mengurangi kebocoran sampah ke sungai dan
laut.
Ke depan, Ecoton akan melakukan
kegiatan di Kali Tebu untuk mendorong:
1.
Pengurangan penggunaan plastik sekali pakai dan
pemilahan sampah dari rumah tangga sebagai langkah awal dari hulu
2.
Pemasangan pencegat sampah sungai (trashboom) di
Kali Tebu untuk menahan sampah agar tidak mengalir ke laut
3.
Pendampingan masyarakat di 6 kelurahan di kawasan
Kenjeran yang dilintasi Kali Tebu
4.
Penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat,
termasuk edukasi dan praktik pemilahan sejak dari hulu.
5.
Kolaborasi multipihak yang melibatkan pemerintah,
masyarakat, akademisi, sekolah, dan praktisi
6.
Upaya terintegrasi dari hulu ke hilir untuk mengurangi
kebocoran sampah ke sungai dan laut
Narahubung - Alaika Rahmatullah (083114966417)



Tidak ada komentar:
Posting Komentar