Senin, 09 Maret 2026

Peneliti Ungkap Mikroplastik Dapat Melepaskan Zat Pengganggu Hormon di Dalam Tubuh melalui Darah

Mahasiswi Universitas Negeri Malang mempresentasikan Paparan
bahan kimia racun plastik dalam darah, di Auditorium UKWMS
Kawasan Pakuwon Jl Kalisari, Mulyorejo Surabaya 

Surabaya, 9 Maret 2026 – Ancaman polusi plastik kini tidak lagi hanya berada di sungai, laut, udara, atau tanah. Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa bahan kimia berbahaya dari plastik telah ditemukan dalam tubuh manusia dan berpotensi memicu berbagai gangguan kesehatan.

Temuan tersebut dipaparkan dalam kegiatan Seminar “Expose Temuan Bahan Kimia Racun Plastik dalam Darah” yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya bekerja sama dengan ECOTON (Ecological Observation and Wetland Conservation), Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Negeri Malang, dan Universitas Bojonegoro pada Senin, 9 Maret 2026 di Auditorium Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya. Kegiatan ini dihadiri oleh para peneliti, akademisi, mahasiswa, organisasi masyarakat sipil, serta media. Dalam forum ilmiah ini dipresentasikan 14 hasil penelitian terbaru yang mengkaji dampak paparan bahan kimia plastik dan mikroplastik terhadap kesehatan manusia. Penelitian tersebut mencakup biomonitoring pada pekerja pengelola sampah perempuan yang memiliki risiko paparan tinggi terhadap limbah plastik, serta studi eksperimental pada hewan uji untuk memahami mekanisme dampak mikroplastik di dalam tubuh. Hasil penelitian menunjukkan adanya keterkaitan antara paparan berbagai bahan kimia aditif plastik seperti bisfenol, ftalat, PFAS, organophosphate flame retardants (OPFR), dan polycyclic aromatic hydrocarbons (PAHs) dengan sejumlah indikator gangguan kesehatan. Dampak yang diamati antara lain respon inflamasi, perubahan profil sel darah, gangguan metabolisme, hingga potensi peningkatan risiko penyakit kardiovaskular.

Sabtu, 28 Februari 2026

ECOTON Introduces the Microplastic Era Through the “Plastic Baby” Art Installation

 

The "Microplastic Baby' art installation at the Urban Market Youth Forum 2026
was held during ramadhan from february 28 to March 8, 2026
,at Rajawali Road Kota Lama Surabaya (saturday, 
february 28, 2026)  

Surabaya (28/2) – Ecoton presented an art installation titled “Microplastic Baby” at the Urban Market Kota Lama Surabaya event organized by the Surabaya Youth Forum from February 28 to March 8, 2026. In addition to displaying the Microplastic Baby installation, Ecoton also showcased a giant plastic bottle tap reaching 7 meters in height. The Urban Market Youth Forum 2026 activities were held in the late afternoon until evening, just before iftar during Ramadan. “We want to provide information about the dangers of using single-use plastic food packaging, which ultimately leads to health problems,” said Alaikan Rahmatullah. The Coordinator of the East Java Gen Z Network Against Single-Use Plastics (JEJAK) further explained that art installations serve as a medium for public education to introduce the increasingly alarming health impacts of single-use plastic use. The “Microplastic Baby” art installation at the Urban Market Youth Forum 2026 was held during Ramadan, from February 28 to March 8, 2026.

Ecoton Pamerkan Bayi Mikroplastik di Urban Market Kota Lama Surabaya, Kenalkan dampak Negatif Plastik Sekali Pakai

Instalasi bayi Mikroplastik pada gelaran Urban Market Kota lama, digelar
28 Pebruari hingga 8 Maret 2026 di Jl Rajawali Surabaya.

Surabaya (28/2) – Ecoton menghadirkan instalasi seni bertajuk “Bayi Mikroplastik” dalam acara Urban Market Kota Lama Surabaya. Instalasi ini menjadi sarana edukasi publik untuk mengenalkan dampak kesehatan dari penggunaan plastik sekali pakai yang semakin mengkhawatirkan. Instalasi “Bayi Mikroplastik” menggambarkan situasi darurat kesehatan akibat paparan mikroplastik yang kini tidak lagi hanya mencemari sungai dan laut, tetapi telah ditemukan dalam tubuh manusia. Temuan terbaru Ecoton sepanjang 2025 - 2026 menunjukkan adanya kontaminasi mikroplastik dalam air ketuban, darah perempuan, dan air seni. Fakta ini menandai datangnya “era mikroplastik” yaitu sebuah fase ketika peradaban yang selama hampir delapan dekade bergantung pada plastik sekali pakai mulai memanen konsekuensi kesehatannya.

Populer