Minggu, 21 Juni 2026

30 Satgas Kali Tebu, Cegat 16 Ton Sampah Plastik Masuki Selat Madura

Sabtu (20/6/2026)Aktivis Mozaik membentangkan Poster diatas perahu
di Kali Tebu, menghimbau Agar warga di Kecamatan Kenjeran untuk ikut
membebaskan Kali Tebu dari Sampah plastik.

Minggu (21/6/2026) 30 orang Tim Evakuasi sampah Kali Tebu yang terdiri dari Petugas Kebersihan saluran air Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya, Petugas pembersihan saluran air Kecamatan Kenjeran Kota Surabaya dan Tim Mozaik Ecoton sejak Sabtu (20/6/2026) Hingga Minggu siang melakukan pengambilan sampah plastik yang terjebak pada alat penjebak sampah yang dipasang di atas Kali Tebu Wilayah Tanah Merah Utara. 16 ton sampah plastik dicegah masuk selat Madura, petugas Himbau Warga Pogot, kapas Madya, sidotopo wetan stop buang sampah styrofoam, saset dan botol air minum plastik ke Kali Tebu. " Butuh kesadaran warga di Sekitar Kali Tebu untuk tidak membuang sampah ke Kali Tebu" ungkap Daru Setyorini, lebih lanjur direktur eksekutif Ecoton ini menjelaskan bahwa sampah plastik yang mencemari Kali Tebu akan mengalir ke Laut melalui selat Madura, Indonesia dikenal menjadi kontributor sampah plastik terbesar ketiga setelah India dan Nigeria, selain mengancam kehidupan laut sampah plastik akan berubah menjadi mikroplastik yang meracuni seafood di Kenjeran sehingga makin banyak sampah plastik di sungai makin banyak peluang masyarakat Surabaya mengkonsumsi Plastik.

Senin, 01 Juni 2026

Kali Surabaya Seperti Sungai-Sungai Eropa?

Bangunan Diatas Bantaran Kali Surabaya bergaya Eropa jaman pertengahan
Bisa jadi daya tarik Wisata. (Dok Akamsi)

Aksi Ngintir Kali Surabaya Senin (1/Juni/2026) memasuki wilayah Kelurahan Warugunung, kondisi bantaran sungai dihiasi dengan bangunan kos-kosan, bangunan pabrik  dan gudang-gudang usaha. “saat memasuki wilayah Kelurahan Warugunung bantaran sungai dijejali dengan bangunan, lebih dari 254 bangunan berjejer dari Warugunung hingga jembatan Karangpilang” ungkap Dialan Sono, lebih lanjut aktivis Aliansi Komunitas Penyelamat Bantaran Sungai (Akamsi) menjelaskan bahwa bangunan-bangunan ini memberikan nuansa di Venesia, Italia sehingga saat berenang  menyusuri terasa seperti berwisata di Eropa.

Aksi Ngintir Kali Surabaya dilakukan dalam rangka mengkampanyekan penyelamatan ikan-ikan Kali Surabaya, sebelumnya tim peneliti Perikanan dari Indonesia, Inggris, dan Malaysia menemukan 35 Spesies ikan air tawar di Kali Surabaya. Keberadaan ikan-ikan ini menjadi harapan pulihnya kualitas air Sungai Brantas.

Populer