Senin, 25 Mei 2026

Team Microplastic Journey SMP Muhammadiyah 9 Jakarta Kampanyekan Bahaya Mikroplastik

Team Microplastic Journey SMP Muhammadiyah 9 Jakarta sedang
mendeteksi mikroplastik di permukaan kulit dengan menggunakan
Mikroskop. Riset sederhana ini menemukan mikroplastik dalam 
8 Media lingkungan di Lingkungan Sekolah (Ecoton)

Temukan Mikroplastik di Udara, Air Minum, hingga Kulit Wajah dalam kegiatan Riset Mikroplastik, Team Microplastic Journey SMP Muhammadiyah 9 Jakarta akan gunakan media sosial sebagai sarana edukasi generasi Z untuk mengenal bahaya mikroplastik dan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dalam kehidupan sehari-hari.

“Edukasi Bahaya mikroplastik melalui Microplastic Journey kami terima sebagai pengetahuan yang bermanfaat. Kami sangat senang dengan kolaborasi dan MOU yang telah dibuat bersama Ecoton. Harapannya akan ada program lanjutan untuk bersama-sama mengurangi krisis mikroplastik dan menjaga lingkungan sekolah agar bermanfaat bagi siswa maupun lingkungan sekitar,” ujar Amrillah, Lebih Lanjut Pada 25 Mei 2026  kepala SMP Muhammadiyah 9 Jakarta ini telah merancang action plan dengan menggunakan media social, menampilkan karya poster-poster lingkungan akan melakukan syiar bahaya mikroplastik kepada Gen Z.

Selasa, 19 Mei 2026

Kali Tebu Tercemar Mikroplastik, Pelajar SMPN 58 Terapkan Pengurangan Plastik sekali Pakai

Siswi SMPN 58 Menunjuk mikroplastik jenis fiber dalam mikroskop.
Mikroplastik ditemukan dalam air kali tebu, dalam kegiatan
Sosialisasi dan penelitian bersama Ecoton di Kali Tebu (Senin 19/5/2026)

"Pada sampel air Sungai Kali Tebu sebanyak 10 liter, yaitu 19 partikel mikroplastik yang terdiri dari 12 fiber, 2 filamen, dan 5 fragmen"

Temukan Mikroplastik dalam air Kali Tebu dan Udara di Platuk Donomulyo, Pelajar SMPN 58 Surabaya di dorong untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai untuk mengurangi dampak kesehatan yang akan terjadi, mengingat keberadaan mikroplastik dalam air dan udara akan masuk kedalam tubuh manusia. “Kegiatan penelitian di Kali tebu yang menemukan mikroplastik kami harap bisa membuat anak-anak bisa lebih sadar terhadap dampak bahaya plastik sekali pakai, sehingga terbentuk kebiasaan untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan sekolah bahkan juga di rumah. Ini juga sejalan dengan visi sekolah,” ujar Ika Karyanti, lebih lanjut Guru SMPN 58 ini.

Populer