Senin, 13 April 2026

MICROPLASTIC POLLUTION : Plastic Found in Human Blood and Sperm in East Java

Ecoton Reseacher Prigi Arisandi analyzes the chemical elements in
Nanoplastic materials found in blood using electron microscope at the
Scientific Imaging Centre at ITB Bandung on April 10, 2026

After finding plastic particle contamination in amniotic fluid, the Ecoton research team also found plastic contamination in human blood and sperm.

JAKARTA, KOMPAS — Micro- and nano-sized plastic particles were found in the bloodstream of workers and students examined in East Java. Plastic contamination was also found in semen, and previously, the research team found it in amniotic fluid. These findings indicate widespread plastic contamination in the human body, potentially triggering health problems.

The Science, Arts, and Communication Manager of the Wetland Ecology and Conservation Research Institute (Ecoton), Prigi Arisandi, contacted from Jakarta on Monday (13/4/2026), conveyed his team's latest findings regarding the presence of nano and microplastic particles (NMPs) in the human circulatory system.

Minggu, 12 April 2026

Ecoton Temukan Nanoplastik Dalam Darah & Sperma Manusia

Temuan nanoplastik dalam sel darah merah, Uji Scanning Electrone Microscop (SEM)  dengan
Pembesaran 7000 kali. di SIC Scientific Imaging Center, ITB pada Jumat (10/4/2026)


Awalnya ada keraguan terkait dengan ukuran plastik yang masuk kedalam darah manusia karena ukuran eritrosit atau sel darah merah antara 6-8 Mikrometer (µm) rata-rata 7,2 µm. Sedangkan ukuran Mikroplastik masih dalam millimeter. “Definisi mikroplastik adalah pecahan plastik dengan ukuran dibawah 5 mm hingga 1 µm atau 1 per 1000 milimeter” jelas Prigi Arisandi, lebih lanjut, Manager Science,Art and Communication Ecoton ini menjelaskan bahwa jika plastik dalam ukuram millimeter tidak bisa masuk kedalam eritrosit namun jika ukurannya dibawah 5 µm maka plastik ini bisa masuk kedalam eritrosit. Untuk memastikan ukuran µm Team Ecoton berkolaborasi dengan Scientific Imaging Centre (SIC), Institut Teknologi Bandung (ITB) pada Jumat 10 April 2026. SIC merupakan fasilitas pendukung untuk riset visual kolaborasi antara ITB, Evident dan PT Widya Prima Mulia yang menyediakan fasilitas pemantauan material dengan ketepatan hingga 10 nanometer (1 nano = 1/1.000.000 mm) menggunakan Scanning Electrone Microscop (SEM), Selain ketepatan pengukuran hingga 10 nanometer, SEM bisa mendeteksi unsur-unsur penyusun material. “Dengan menggunakan SEM kami menemukan nanoplastik dalam darah dan sperma dengan ukuran 200-800 nanometer” ungkap Rafika Aprilianti, lebih lanjut kepala laboratorium Mikroplastik Ecoton ini menambahkan bahwa jenis nanoplastik yang ditemukan adalah jenis fiber dan fragmen.

Populer