Sabtu, 18 April 2026

ECOTON DAN BUMBI PAMERKAN POPOK KAIN SOLUSI KRISIS MIKROPLASTIK SUNGAI BRANTAS

Bumbi, Produk Popok Kain Modern sebagai solusi pada pencemaran air
Kali Surabaya akibat sampah popok sekali pakai. Pengunjung bisa
mendapatkan harga promosi dalam pameran Festival Green Jobs 2026
Problem Mikroplastik dan Nanoplastik kini menjadi krisis kesehatan, sebelumnya Sungai Brantas  dan Kali Surabaya yang menjadi bahan baku air minum PDAM Kota Surabaya. Bahkan dalam temuan tim peneliti ekspedisi sungai Nusantara menemukan 
Kali Brantas tercemar Mikroplastik dengan jumlah tertinggi jika dibandingkan dengan 69 Sungai di Indonesia. Salah satu sumber polusi mikroplastik adalah pencemaran popok bayi sekali pakai. "Saat ini ada popok kain pengganti popok sekali pakai yang lebih ekonomis dan ramah lingkungan, kami merekomendasikan bumbi" ungkap Prigi Arisandi, lebih lanjut Manager Sains, Seni dan Komunikasi Ecoton Foundation ini menjelaskan bahwa Popok Kain Bumbi telah mempelajari beragam jenis bahan selama 2 tahun dan menghasilkan produk popok yang mudah dicuci dan nyaman. Dalam Booth Ecoton foundation yang hadir di Green Jobs Festival ditampilkan produk bumbi berupa popok kain yang bisa di beli dan pelajari keunggulan produknya di https://www.bumbi.id/. "Kami ingin masyarakat Surabaya menggunakan Popok kain sebagai Upaya mengurangi polusi mikroplastik, temuan terbaru team Ecoton menyatakan mikroplastik telah ditemukan dalam sperma dan darah manusia Jawa Timur" ungkap Rafika Aprilianti.

Dalam Green Jobs Festival Surabaya 2026 yang diselenggarakan Go Forest Jatim menampilkan pameran komunitas, Instasi dan Start up yang menjadi contoh green Jobs di Jawa Timur. Dalam Acara yang di Gelar di Hall AMEC Kampus A Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Pada Sabtu 18 April 2026 Ecoton Foundation mengikuti pameran dengan bertajuk “Welcome Microplastic Island”, yang menampilkan temuan mikroplastik di berbagai elemen lingkungan, mulai dari air, organisme perairan, hingga udara. Yang lebih mengkhawatirkan, mikroplastik juga telah ditemukan dalam tubuh manusia, termasuk pada sistem reproduksi, yang berpotensi menurunkan tingkat kesuburan

Promosi Nanoplastik

Raika Aprilianti menjelaskan hasil pengamatan mikroskop
yang mendeteksi mikroplastik dalam kulit salah seorang pengunjung
Pameran Festival Green Jobs di Kampus A Unair (18/4/2026)
"Saya kira mikroplastik hanya di temukan di Air saja, saya kaget ketika uji mikroplastik di Tangan dan menemukan beberapa jenis fiber di kulit tangan saya," Ungkap Irfan, Lebih lanjut Mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya ini menjelaskan bahwa mikroplastik yang menempel di kulit bisa berasal dari udara Surabaya yang telah tercemar Mikroplastik. Irfan bersama dengan 50 orang pengunjung Pameran Green Jobs Festival 2026 melakukan uji mikroplastik di Booth Pameran Ecoton yang menyediakan uji mikroplastik Gratis dengan menggunakan mikroskop portable, pengunjung mengoles permukaan kulit wajah atau tangan dengan tisue khusus kemudian diamati dibawah mikroskop yang terhubung dengan monitor sehingga pengunjung secara langsung melihat jenis mikroplastik yang menempel di kulit mereka.
Ecoton Foundation menggelar Pameran dengan menampilkan temuan terbaru jenis nanoplastik yang ditemukan dalam sperma. "Kami telah melakukan uji pendahuluan terhadap cairan sperma dari 4 orang relawan dan 40 contoh darah dari perempuan di Jawa timur dan setelah uji Dengan menggunakan Scanning Electrone Microscop kami menemukan nanoplastik dalam darah dan sperma manusia Jawa Timur" ungkap Rafika Aprilianti, lebih lanjut kepala laboratorium mikroplastik Ecoton Foundation ini mengingatkan bahwa saat ini manusia memasuki Era nanoplastik, ukuran plastik yang kecil ini akan masuk kedalam sel darah merah dan akan menyebabkan inflamasi dan kematian massal sel organ yang bisa berdampak pada gagalnya fungsi organ. 

"untuk mengingatkan masyarakat Surabayan Jawa Timur kami perlu untuk promosi Nanoplastik kepada masyarakat luas agar segera menghentikan penggunaan plastik sekali pakai yang menjadi sumber pencemaran mikroplastik dan nanoplastik pada manusia"ungkap Tasya Husna, lebih lanjut koordinator Pameran ini menjelaskan bahwa dalam pameran ini Ecoton menampilkan data-data pencemaran mikroplastik di Sperma dan membuka uji mikroplastik gratis kepada pengunjung.

"selama pameran kami telah memeriksa lebih dari 50 pengunjung dari mahasiswa Unesa, Uinsa, Unair, aktivis marine buddies Surabaya, Mahasiswa ITS, Aktivis Profauna Malang  dan  masyarakat umum surabaya dan jenis mikroplastik  yang ditemukan didominasi oleh jenis film, fiber dan fragmen" Ungkap Rafika.

“ Jujur kaget pertama kali menemukan mikroplastik di permukaan kulit tubuh kita sendiri dan ternyata sumber nya dari udara yang sudah terkontaminasi mikroplastik khususnya dari ban kendaraan bermotor dan pembakaran sampah plastik,  Tadi saya menemukan mikroplastik jenis fiber dan film nempel di kulit dan ini sangat berbahaya bagi kesehatan tubuh," Ungkap Adit, lebih lanjut Mahasiswa Unesa ini merasa perlu untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai dan harus sering membersihkan tangan agar terhindar dari mikroplastik yang menempel.

Popok Kain Bumbi


Selain menampilkan informasi bahaya mikroplastik dalam Booth Pameran Ecoton juga mempromosikan popok Kain dengan Brand Bumbi, Popok kain Bumbilahir dari keprihatinan terhadap pencemaran plastik sekali pakai di Sungai Brantas dan Kali Surabaya, dengan menawarkan alternatif guna ulang yang menekan timbulan limbah rumah tangga.

Inisiatif ini bukan hanya solusi produk, tetapi juga gerakan perubahan perilaku untuk mengurangi ketergantungan popok sekali pakai yang menjadi salah satu kontributor utama pencemaran sungai.

Bumbi adalah popok kain modern (cloth diaper) yang dirancang dapat dicuci dan digunakan berulang kali, sehingga lebih ramah lingkungan dibanding popok sekali pakai. Produk ini menggabungkan bahan lembut, sistem penyerap yang efisien, dan desain praktis untuk kenyamanan bayi sekaligus mengurangi limbah plastik rumah tangga.

embeli popok kain (clodi/cloth diaper) melalui e-commerce di Indonesia sangat mudah dan pilihannya beragam, termasuk merek populer seperti Bumbi. Berikut adalah panduan dan informasi terkait pembelian popok kain secara online:

Tempat Membeli Popok Kain di E-commerce

Shopee: Menyediakan banyak pilihan seperti popok kain Bumbi ukuran M, menstrual pads, dan pampers kain bayi dengan fitur COD, promo, dan gratis ongkir.

Lazada: Menjual popok kain Bumbi dengan kancing yang ramah lingkungan.

Tokopedia: Toko resmi seperti Bumbi.id menjual berbagai tipe, seperti Clodi Pants Snap dengan insert.

Blibli: Toko online seperti Clodimurahcom menyediakan popok kain cuci ulang modern. 

Shopee Indonesia

 

Tips Membeli Popok Kain Online

1.   Pilih Bahan yang Tepat: Popok kain umumnya terbuat dari serat alami seperti katun, bambu, atau hemp yang aman untuk kulit bayi dan meminimalkan ruam.

2.    Perhatikan Kebutuhan: Bayi biasanya membutuhkan 8 hingga 10 popok per hari. Disarankan memiliki total 20 hingga 24 popok untuk memudahkan pencucian.

3.    Tipe Popok: Pilih tipe snap (kancing) atau pocket (kantong) sesuai kenyamanan.

4.     Cek Kebijakan Toko: Jika membeli popok bekas, pastikan memeriksa kebijakan penjual

 

Keunggulan Popok Kain

Ramah Lingkungan: Dapat dicuci dan dipakai berulang kali.

Hemat Biaya: Penggunaan jangka panjang lebih hemat dibandingkan popok sekali pakai.

Kesehatan Kulit: Lebih aman dan meminimalkan risiko iritasi atau ruam. 

 


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Populer