Jumat, 17 April 2026

Amir Ecoton : “Everyone is Scientist, Everyone is Activist”

Amiruddin Muttaqin, Senior Reseacher Ecoton Foundation memberikan
Pengalaman Kerja di Dunia Monitoring sungai dan konservasi Sumberdaya air
dalam Green Jobs Festival 2026 di Hall AMEK Kampus A Unair
Sabtu (18/4/2026)

 Surabaya, 18 April 2026 — ECOTON Foundation turut berpartisipasi dalam kegiatan Green Jobs Festival Surabaya yang diselenggarakan Go Forest Jatim. Dalam Acara yang di Gelar di Hall AMEK Kampus A Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga ini , Ecoton juga menghadirkan Booth Pameran dan uji mikroplastik di kulit. Dalam acara Seminar  Senior Reseacher Ecoton menyampaikan Gagasan “Everyone is Scientist, Everyone is Activist.” Kegiatan ini dihadiri oleh lebih dari 200 peserta yang berasal dari Surabaya, Gresik, Mojokerto, Bojonegoro, hingga Malang, serta melibatkan berbagai pemangku kepentingan, termasuk pemerintah dan organisasi masyarakat sipil.

Pemprov Jatim Pro Lingkungan

Turut hadir perwakilan pemerintah dari Dinas Perindustrian Provinsi Jawa Timur, Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Timur, dan Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur. Acara ini secara resmi dibuka oleh Ir. Dydik Rudy Prasetya, MMA, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur. Dalam sambutannya, disampaikan bahwa program Nawa Bhakti Satya Laksana Jatim Lestari merupakan komitmen Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga keberlanjutan lingkungan melalui kolaborasi lintas sektor. Program ini berfokus pada peningkatan Indeks Kualitas Lingkungan Hidup melalui berbagai inisiatif, seperti pengelolaan sampah dan ekonomi sirkular, program kampung iklim, desa berseri, PROPER, pengendalian pencemaran lingkungan, edukasi lingkungan, aksi bersih pantai dan sungai, penguatan energi hijau, transisi hijau, kehutanan sosial, rehabilitasi hutan, serta pengembangan ekowisata berkelanjutan. Program-program ini tidak hanya bertujuan menjaga lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan ekonomi masyarakat lokal.

Perwakilan pemerintah juga menekankan bahwa sektor green jobs yang sangat dibutuhkan saat ini meliputi restorasi hutan, pertanian berkelanjutan, analitik lingkungan, smart farming, energi terbarukan, pengolahan limbah, serta pengembangan teknologi hijau. Green jobs tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi nyata bagi permasalahan lingkungan.

Kegiatan dilanjutkan dengan talkshow Green Jobs yang menghadirkan narasumber dari Dinas Kehutanan Provinsi Jawa Timur, Bank Sampah Induk Surabaya, Profauna Indonesia, dan ECOTON Foundation.


Dalam sesi tersebut, perwakilan ECOTON, Amiruddin Muttaqin, S.T., M.Si, menyampaikan bahwa peluang kerja ke depan harus mengedepankan keseimbangan antara aspek ekonomi, sosial, dan lingkungan. Ia menegaskan bahwa pekerjaan tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga harus berkontribusi terhadap pelestarian lingkungan dan keadilan sosial.

Salah satu contoh nyata adalah pengelolaan limbah industri yang bertanggung jawab, di mana limbah harus diolah terlebih dahulu sebelum dibuang ke sungai guna mencegah pencemaran. Selain itu, pencemaran juga berasal dari limbah domestik, terutama sampah plastik yang banyak ditemukan di sungai.

Melalui Ekspedisi Sungai Nusantara, ECOTON menemukan bahwa sebagian besar sungai di Indonesia menghadapi permasalahan serupa, yaitu pencemaran plastik. Hal ini menunjukkan pentingnya tanggung jawab produsen melalui kebijakan Extended Producer Responsibility (EPR), serta perlunya penegakan standar baku mutu yang menargetkan nihil sampah di sungai.

Sebagai organisasi lingkungan, ECOTON tidak hanya melakukan aksi advokasi, tetapi juga mengintegrasikan tiga pilar utama: riset, edukasi, dan advokasi. Semangat ini diwujudkan dalam kampanye “Everyone is Scientist, Everyone is Activist”, yang mendorong masyarakat untuk terlibat aktif dalam upaya pelestarian lingkungan.

Selain talkshow, ECOTON juga menghadirkan pameran edukatif bertajuk “Welcome Microplastic Island”, yang menampilkan temuan mikroplastik di berbagai elemen lingkungan, mulai dari air, organisme perairan, hingga udara. Yang lebih mengkhawatirkan, mikroplastik juga telah ditemukan dalam tubuh manusia, termasuk pada sistem reproduksi, yang berpotensi menurunkan tingkat kesuburan.

Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat agar mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, khususnya untuk wadah makanan dan minuman.

Melalui inisiatif green jobs, ECOTON menegaskan bahwa pekerjaan masa depan harus mengedepankan keberlanjutan lingkungan dan keadilan sosial, bukan semata keuntungan ekonomi. Hasil penelitian tidak boleh berhenti sebagai publikasi ilmiah semata, tetapi harus menjadi dasar edukasi publik dan gerakan perubahan perilaku, khususnya dalam mengurangi penggunaan plastik sekali pakai.

Semangat “Everyone is Scientist, Everyone is Activist” mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk berperan aktif: setiap orang dapat menjadi peneliti yang menghasilkan data, sekaligus menjadi aktivis yang menyuarakan perubahan. Dengan kolaborasi tersebut, diharapkan tercipta solusi nyata bagi permasalahan lingkungan serta masa depan yang lebih berkelanjutan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Populer