Gresik, 11 Oktober 2026 - Program Petro-Tirta yang diinisiasi Komunitas Wanita Peduli Lingkungan (Wadulink) dan Ecoton dan dukungan Petrokimia Gresik Mengajak Warga Gresik, Surabaya dan Sidoarjo untuk mengenali Ikan Endemik sekaligus River Clean Up dan Tanam Pohon di Wilayah Bantaran Kali Surabaya. Program Edukasi dan Petualangan ini dikemas dalam kegiatan Wisata Kali Surabaya di Wilayah Wringinanom.
Menjaga sungai tidak akan lengkap tanpa mengenali kalinya. Ecoton bersama Wadulink pada hari Minggu (11/10) resmi membuka program wisata Kali Surabaya yang melintasi 3 wilayah di wilayah tengah Kali Surabaya, yakni Desa Wringinanom, Desa Lebani Waras dan Desa Sumengko. Kegiatan ini diawali dengan mengajak sebanyak 10 orang peserta wisata yang terdiri dari siswa SMK N 1 Cerme dan mahasiswi Universitas Brawijaya (UB) untuk mengenali berbagai jenis ikan endemik Kali Surabaya di taman Suaka Ikan Kali Surabaya Desa Wringinanom dan juga di sepanjang jalur yang dilalui saat susur sungai. Tak hanya itu, peserta juga diajak untuk mendapatkan pengalaman lebih dengan melakukan bersih sungai dari sampah plastik yang dijumpai sepanjang jalur wisata.
“Tujuan kami mengadakan program wisata Kali Surabaya ini adalah untuk mengajak pelajar, mahasiswa maupun masyarakat untuk bisa melihat dan merasakan lebih dekat akan kondisi ekosistem Kali Surabaya. Tak hanya keseruannya berwisata dengan kapal boat, namun juga mengenal jenis-jenis Ikan Lokal Kali Surabaya, lalu melakukan aksi nyata dengan bersih-bersih sungai dari sampah plastik dan juga ada kegiatan tanam pohon” ujar Amalia Fibrianty, lebih lanjut Koordinator Program Petro-Tirta Ecoton ini Menjelaskan Melalui kegiatan wisata Kali Surabaya ini, ECOTON ingin mengajak pelajar, mahasiswa, maupun masyarakat untuk lebih mengenal kondisi sungai yang ada di sekitar mereka. Peserta tidak hanya diajak menikmati sensasi rekreasi dengan menggunakan kapal, tetapi juga dikenalkan dengan ikan-ikan lokal Kali Surabaya dan diajak terjun langsung untuk melihat secara nyata persoalan sampah yang masih ditemukan di sepanjang bantaran. Dengan begitu, kegiatan wisata ini juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk belajar sekaligus melakukan aksi nyata bagi lingkungan.
Petualangan Kali Surabaya
Pengalaman mengagetkan didapatkan salah satu peserta yakni Karina Sadra Pramudita, atau yang akrab disapa Karin dari SMK N 1 Cerme, dia merasa kaget di tengah keseruannya menyusuri Kali Surabaya lalu melihat tumpukan sampah plastik yang menumpuk di bantaran kali maupun menyangkut di pohon-pohon sekitar. Dia juga tidak menyangka bahwa lingkungan Kali Surabaya sudah banyak tercemari oleh sampah yang dibuang secara sembarangan ke bantaran lalu jatuh ke sungai. Oleh karenanya, saat diajak untuk membersihkan sampah-sampah plastik yang mengapung maupun yang tersangkut di dahan-dahan pohon di wilayah Bantaran Kali Surabaya, ia tampak sangat antusias dan bersemangat.
Hal senada juga disampaikan oleh Lid Debora Widodo, mahasiswi jurusan Hubungan Internasional, Universitas Brawijaya (UB) yang turut serta dalam kegiatan perdana wisata susur Kali Surabaya. Debora, sapaan akrabnya merasa terganggu saat rombongan melalui area-area yang tercium aroma tidak sedap dari tumpukan sampah atau limbah rumah tangga yang dibuang langsung ke sungai. Kemudian ada kain dan bahkan kasur yang sudah setengah terbakar dan tampak teronggok di bibir Kali Surabaya cukup menggugah emosinya. Ia juga tidak dapat membayangkan bagaimana habitat ikan lokal serta biota lainnya dapat terganggu dan mempengaruhi pertumbuhannya. Kemudian, saat musim hujan terjadi dan debit air meningkat cukup tinggi, maka sampah-sampah tadi akan kembali ke kita dan dapat menimbulkan masalah-masalah baru terutama yang berdampak bagi kesehatan manusia.
Dari pengalaman menyusuri Kali Surabaya tersebut, peserta tidak hanya melihat kondisi sungai dari atas kapal, tetapi juga diajak untuk melakukan aksi bersih-bersih dengan mengumpulkan sampah plastik yang ditemukan di sepanjang jalur wisata. Sampah-sampah yang terlihat mengapung di sungai maupun tersangkut di dahan pohon di bantaran menjadi gambaran nyata persoalan pencemaran yang masih terjadi di Kali Surabaya.
Setelah melakukan susur sungai dan bersih-bersih sampah plastik, peserta melanjutkan kegiatan dengan menanam pohon di kawasan Suaka Ikan Kali Surabaya yang berada di Desa Lebaniwaras, Kecamatan Wringinanom, Gresik. Sebanyak 25 bibit pohon dari empat jenis tanaman, yakni beringin, cemara udang, sukun, dan jeruk lemon lokal, ditanam di kawasan tersebut. Penanaman pohon ini dilakukan sebagai salah satu upaya untuk menjaga keseimbangan kondisi lingkungan di sekitar sungai, terutama kawasan bantaran yang juga menjadi bagian penting dari habitat berbagai jenis ikan dan organisme lainnya.
Kedepannya, ECOTON membuka kesempatan bagi sekolah, perguruan tinggi, maupun komunitas yang ingin mengikuti wisata edukasi Kali Surabaya. Melalui kegiatan ini, peserta dapat menambah wawasan dengan mengenal keanekaragaman hayati sungai, serta melihat kondisi lingkungan secara langsung, kemudian ikut terlibat dalam kegiatan bersih-bersih sungai dan penanaman pohon di wilayah bantaran sebagai aksi nyata. ECOTON berharap semakin banyak anak muda dan masyarakat yang tertarik mengenal Kali Surabaya, sehingga meningkatkan kesadaran dan kepedulian untuk menjaga sungai agar tidak hanya berhenti pada kegiatan wisata, tetapi juga dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar