Kamis, 12 Maret 2026

GRESIK SELATAN TERCEMAR MIKROPLASTIK : MAHASISWA UINSA TEMUKAN POLIMER POLIETILENA DI DAUN PADI DAN KATAK

Syafaat Aliffudin memaparkan temuan mikroplastik dalam katak
di Forum Seminar Pencemaran Mikroplastik Kamis 12 Maret 2026
di Gedung FST UIN Sunan Ampel Surabaya,Kampus Gunung Anyar
2 Mahasiswa Biologi UINSA asal Balongpanggang dan Driyorejo Temukan mikroplastik jenis Polietilena dalam katak dan permukaan daun padi. Jenis polimer ini berasal dari plastik bening botol plastik, tas kresek dan gelas plastik.  Disarankan agar masyarakat tidak melakukan pembakaran sampah plastik  dan membuang sampah plastik ke perairan terbuka. " katak dan kodok yang ada di Desa Mojosarirejo kecamatan Driyorejo telah tercemar mikroplastik" ungkap Syafaat Aliffudin lebih lanjut mahasiswa Jurusan Biologi Uinsa ini menjelaskan bahwa jenis polimer plastik dalam lambung katak dan Kodok didominasi jenis polyester dan Polyethilene yang berasal dari sisa pembakaran plastik dan remahan sampah plastik yang dibuang ke perairan terbuka. Temuan ini dipaparkan dalam Seminar Pencemaran Mikroplastik yang diselenggarakan pada Kamis, 12 Maret 2026 pukul 08.00–12.00 WIB di Gedung FST UIN Sunan Ampel Surabaya, Kampus Gunung Anyar.

Mochamad Zacky AH, mahasiswa  Biologi UINSA memaparkan Temuan
Mikroplastik dalam daun Padi  Desa Klotok, Balongpanggang Gresik.
Paparan dilaksanakan pada 12 Maret 2026 di Gedung FST UINSA

"Penelitian mikroplastik oleh mahasiswa Biologi Uinsa ini sebagai upaya early warning system paparan mikroplastik dilingkungan sekitar manusia" ungkap prigi arisandi, lebih lanjut koordinator magang Ecoton ini menjelaskan bahwa selama ini penelitian mikroplastik hanya dilakukan pada biota yang dikonsumsi oleh manusia. Penelitian pada katak, kodok, kelelawar dan capung karena biota inilah yang ada disekitar manusia dan masih minim data. Tingginya polusi mikroplastik di udara dan air hujan meningkatkan resiko papara mikroplastik pada biota. Temuan lainnya adalah deteksi mikroplastik dalam.daun padi yang berpotensi menurunkan produktifitas padi dan ancaman serius ketersediaan pangan di Bumi. " Riset saya menemukan daun padi didesa Klotok dan Desa Wahas kecamatan Balongpanggang telah tercemar mikroplastik yang dapat menyebabkan penurunan produktivitas padi" ungkap Mochamad Zacky Ammardyas Hilmi, lebih lanjut Mahasiswa Biologi UINSA Menjelaskan jika polimer yang banyak ditemukan adalah jenis polyester dari serpihan tekstil dan serpihan plastik bening sekali pakai. 

Seminar ini diisi oleh mahasiswa prodi biologi UINSA dan prodi Kesehatan Masyarakat dari Universitas Negeri Malang. Prigi Arisandi, founder ECOTON Foundation menambahkan "Mahasiswa Biologi itu perannya penting sekali, hanya anak biologi yang mampu berkomunikasi dengan capung, kelelawar, kodok, tanaman, dan kemudian memberikan informasi pentingnya peran mereka kepada khalayak umum, sayangnya semua hal itu ternyata telah tercemari oleh mikroplastik". 
Bencana ini harusnya menjadi peringatan keras agar manusia mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Kedua peneliti dari Gresik ini merekomendasikan 3 kunci pengurangan pencemaran mikroplastik
Pameran Poster Ilmiah dalam Acara Seminar Pencemaran Mikroplastik
yaitu :
1. Mendorong penghentian kegiatan membakar sampah plastik, pembakaran Plastik yang dilakukan masyarakat atau tungku-tungku bakar pada tingkat desa dan kegiatan industri yang juga masih melakukan kegiatan pembakaran dengan tungku yang menghasilkan asap dan partikulat

2. Pemkab Gresik harus menyediakan tempat sampah agar masyarakat tidak membuang sampah ke perairan terbuka yang menimbulkan pencemaran mikroplastik. Tidak tersedianya cukup tempat sampah dan TPS di desa-desa membuat penduduk di Gresik selatan masih banyak ditemukan membuang sampah di perairan terbuka

3.  Gaya Hidup Minim plastik sekali pakai, Perda pengurangan plastik sekali pakai Pemkab Gresik harus di sosialisasikan dan implementasikan agar penggunaan plastik sekali pakai seperti saset, tas kresek, Styrofoam, gelas plastik, air minum dalam kemasan bisa dikurangi volumenya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Populer