Jumat, 29 Mei 2026

Brantas Pulih, Rengkik Kembali - Ngintir Kali Surabaya, Ajak Masyarakat Cintai Ikan Kali Brantas

Kegiatan Ngintir Kali Surabaya - Ronda Sungai 2025

Kali Brantas dan Kali Surabaya masih memiliki potensi untuk bisa pulih dan menjadi habitat ikan, penelitian terbaru menunjukkan temuan 34 spesies ikan di Kali Surabaya dan 42 spesies ikan di Kali Brantas bisa jadi modal kuat masyarakat Jawa Timur untuk memulihkan kualitas air Kali Brantas dan Kali Surabaya” Ungkap Rulli Mustika Adya, lebih lanjut Direktur Posko Ijo ini menjelaskan perlunya secara massif mengenalkan ikan-ikan asli Kali Brantas kepada masyarakat Jawa Timur, untuk itu ecoton akan melakukan kegiatan Ngintir Kali Surabaya yang akan dimulai Sabtu 30 Mei 2021. Tim Ronda Sungai Ngintir Kali Surabaya terdiri dari 7 orang (4 orang yang akan ngintir sungai dan 3 orang tim darat yang akan menguji kualitas air dan dokumentasi), yang berasal dari Aliansi Komunitas Penyelamat Bantaran Sungai (Akamsi), Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan  Basah (Ecoton), Posko Ijo, River Warrior dan TitikTerang. Rute ngintir Meliputi 4 Kabupaten/Kota, Mojokerto, Gresik, Sidoarjo dan Kota Surabaya.


Sebelumnya pada tahun 2025 Ecoton juga pernah melakukan Ronda Sungai Ngintir Kali Surabaya dari Pintu air Mlirip Mojokerto hingga Gunungsari Surabaya. “Selama 3 hari pada 2025 kami ngintir Kali Surabaya namun pada titik lokasi jembatan Karang pilang kami meneruskan Ronda Sungai dengan menggunakan perahu karena air sungai berbau dan bahkan salah salah satu anggota tim mengalami bengkak telinga karena infeksi” ungkap Alaika Rahmatullah, lebih lanjut Koordinator Ronda Sungai Ecoton ini menjelaskan bahwa Kegiatan Ngintir Kali Surabaya memiliki 5 tujuan yaitu :

1.      Mengenalkan Keanekaragaman ikan di Kali Brantas

2.      Mengidentifikasi sumber-sumber pencemaran industri

3.      Mengindentifikasi timbulan sampah plastik Kali Surabaya

4.      Mengindentifikasi bangunan liar bantaran Kali Surabaya

5.      Melakukan uji mikroplastik dan uji kualitas air

Populasi Ikan Terancam Mikroplastik

Kegiatan ini dilakukan karena keberadaan Keanekaragaman hayati ikan air tawar Sungai Brantas saat ini terancam oleh mikroplastik yang berasal dari pencemaran industri daur ulang, sampah plastik dari rumah tangga di sepanjang daerah aliran sungai Brantas dan masifnya alih fungsi bantaran menjadi bangunan pemukiman dan industri. Meski demikian ada harapan baru dengan temuan 3 jenis ikan Endemik Jawa di Kali Surabaya, meskipun sungai sepanjang 41 Km ini telah tercemar. Pada maret 2026 penelitian di Kali Surabaya menemukan 34 spesies ikan air tawar, 3 diantaranya adalah endemik Jawa (hanya ditemukan di Pulau Jawa), yaitu : ikan Rengkik atau Baung (Hemibragus nemurus), Lele jawa yang memiliki Patil (Clarias batrachus) dan Ikan wader bitnik-bintik (Barbodes binatus). Pada Penelitian Sebelumnya di tahun 2021-2022 Team Peneliti Perikanan dari berbagai kampus di Indonesia, Malaysia dan Brasil menemukan bahwa di Sungai Brantas terdapat 42 spesies ikan air tawar yang terbagi dalam 35 genus dan 21 Keluarga. Keluarga Cypirinidae atau keluarga ikan Bader, wader  atau tawes paling mendominasi (12 genus dan 15 Spesies).

 Kampanye "Brantas Pulih, Rengkik Kembali"

Salah satu Saluran Limbah cair Industri daur ulang kertas di Kali Surabaya
Yang menyumbangkan pencemaran mikroplastik.

Kegiatan Ngintir Kali Surabaya 2026 mengajak masyarakat Jawa Timur untuk menjaga, melestarikan dan memelihara ekosistem Kali Brantas yang menjadi Sumber kehidupan warga Jatim karena menjadi bahan baku air Minum PDAM Kota Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto , Jombang dan lumbung pangan nasional. “Selain jadi bahan baku PDAM dan irigasi, ada ratusan Industri besar yang mengambil air Kali Brantas sebagai bahan baku produksinya, namun sayang bukan membalas dengan kebaikan banyak industri yang membuang limbah tanpa diolah sehingga menyebabkan terjadi ikan mati massal” Ungkap Jofan Ahmad Arianto, lebih lanjut aktivis Akamsi ini juga menghimbau agar industri sepanjang Kali Brantas memberikan konstribusi positif untuk pemulihan kualitas air Kali Surabaya.

Aksi ini akan diakhiri dengan melakukan aksi teatrikal di Gedung Negara Grahadi pada 5 Juni 2026 dalam rangka peringatan hari lingkungan hidup sedunia.”aksi teatrikal mengingatkan masyarakat  Jawa Timur masih ada harapan pemulihan Kualitas Air Kali Brantas, perlu gotong royong untuk memerangi polusi mikroplastik dari industri, pemukiman dan kebijakan yang lebih memihak kepada Kali Brantas” ungkap Rulli Mustika Adya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Populer