![]() |
| Kegiatan Ngintir Kali Surabaya - Ronda Sungai 2025 |
“Kali Brantas dan Kali Surabaya masih memiliki potensi untuk bisa pulih dan menjadi habitat ikan, penelitian terbaru menunjukkan temuan 34 spesies ikan di Kali Surabaya dan 42 spesies ikan di Kali Brantas bisa jadi modal kuat masyarakat Jawa Timur untuk memulihkan kualitas air Kali Brantas dan Kali Surabaya” Ungkap Rulli Mustika Adya, lebih lanjut Direktur Posko Ijo ini menjelaskan perlunya secara massif mengenalkan ikan-ikan asli Kali Brantas kepada masyarakat Jawa Timur, untuk itu ecoton akan melakukan kegiatan Ngintir Kali Surabaya yang akan dimulai Sabtu 30 Mei 2021. Tim Ronda Sungai Ngintir Kali Surabaya terdiri dari 7 orang (4 orang yang akan ngintir sungai dan 3 orang tim darat yang akan menguji kualitas air dan dokumentasi), yang berasal dari Aliansi Komunitas Penyelamat Bantaran Sungai (Akamsi), Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton), Posko Ijo, River Warrior dan TitikTerang. Rute ngintir Meliputi 4 Kabupaten/Kota, Mojokerto, Gresik, Sidoarjo dan Kota Surabaya.
Sebelumnya pada tahun 2025 Ecoton juga pernah melakukan Ronda Sungai Ngintir Kali Surabaya dari Pintu air Mlirip Mojokerto hingga Gunungsari Surabaya. “Selama 3 hari pada 2025 kami ngintir Kali Surabaya namun pada titik lokasi jembatan Karang pilang kami meneruskan Ronda Sungai dengan menggunakan perahu karena air sungai berbau dan bahkan salah salah satu anggota tim mengalami bengkak telinga karena infeksi” ungkap Alaika Rahmatullah, lebih lanjut Koordinator Ronda Sungai Ecoton ini menjelaskan bahwa Kegiatan Ngintir Kali Surabaya memiliki 5 tujuan yaitu :
1. Mengenalkan
Keanekaragaman ikan di Kali Brantas
2. Mengidentifikasi
sumber-sumber pencemaran industri
3. Mengindentifikasi
timbulan sampah plastik Kali Surabaya
4. Mengindentifikasi
bangunan liar bantaran Kali Surabaya
5. Melakukan
uji mikroplastik dan uji kualitas air
Populasi
Ikan Terancam Mikroplastik
Kegiatan ini dilakukan karena keberadaan Keanekaragaman
hayati ikan air tawar Sungai Brantas saat ini terancam oleh mikroplastik yang
berasal dari pencemaran industri daur ulang, sampah plastik dari rumah tangga
di sepanjang daerah aliran sungai Brantas dan masifnya alih fungsi bantaran
menjadi bangunan pemukiman dan industri. Meski demikian ada harapan baru dengan
temuan 3 jenis ikan Endemik Jawa di Kali Surabaya, meskipun sungai sepanjang 41
Km ini telah tercemar. Pada maret 2026 penelitian di Kali Surabaya menemukan 34
spesies ikan air tawar, 3 diantaranya adalah endemik Jawa (hanya ditemukan di Pulau Jawa), yaitu : ikan Rengkik atau Baung (Hemibragus nemurus), Lele jawa yang
memiliki Patil (Clarias batrachus)
dan Ikan wader bitnik-bintik (Barbodes
binatus). Pada Penelitian Sebelumnya di tahun 2021-2022 Team Peneliti
Perikanan dari berbagai kampus di Indonesia, Malaysia dan Brasil menemukan
bahwa di Sungai Brantas terdapat 42 spesies ikan air tawar yang terbagi dalam
35 genus dan 21 Keluarga. Keluarga Cypirinidae
atau keluarga ikan Bader, wader atau
tawes paling mendominasi (12 genus dan 15 Spesies).
Kampanye
"Brantas Pulih, Rengkik Kembali"

Salah satu Saluran Limbah cair Industri daur ulang kertas di Kali Surabaya
Yang menyumbangkan pencemaran mikroplastik.
Kegiatan Ngintir Kali Surabaya 2026 mengajak
masyarakat Jawa Timur untuk menjaga, melestarikan dan memelihara ekosistem Kali
Brantas yang menjadi Sumber kehidupan warga Jatim karena menjadi bahan baku air
Minum PDAM Kota Surabaya, Sidoarjo, Gresik, Mojokerto , Jombang dan lumbung
pangan nasional. “Selain jadi bahan baku PDAM dan irigasi, ada ratusan Industri
besar yang mengambil air Kali Brantas sebagai bahan baku produksinya, namun
sayang bukan membalas dengan kebaikan banyak industri yang membuang limbah
tanpa diolah sehingga menyebabkan terjadi ikan mati massal” Ungkap Jofan Ahmad
Arianto, lebih lanjut aktivis Akamsi ini juga menghimbau agar industri
sepanjang Kali Brantas memberikan konstribusi positif untuk pemulihan kualitas
air Kali Surabaya.
Aksi ini akan diakhiri dengan melakukan aksi
teatrikal di Gedung Negara Grahadi pada 5 Juni 2026 dalam rangka peringatan
hari lingkungan hidup sedunia.”aksi
teatrikal mengingatkan masyarakat Jawa
Timur masih ada harapan pemulihan Kualitas Air Kali Brantas, perlu gotong
royong untuk memerangi polusi mikroplastik dari industri, pemukiman dan
kebijakan yang lebih memihak kepada Kali Brantas” ungkap Rulli Mustika
Adya.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar