Selasa, 23 Desember 2025

Peneliti Cilik MTSN 16 Jombang Temukan Mikroplastik Dalam Air Hujan

Selasa (23/12/2025) Peserta   Training Citizen Science Menunagkan air hujan
Kedalam saringan untuk menjebak mikroplastik. Training dilakukan di MTSN 16 Jombang
diikuti 30 peserta didukung oleh Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan
Ecoton melakukan Uji air hujan di Kabupaten Jombang. 

 Penelitian 30 Orang Pelajar MTSN 16 Jombang bersama dengan Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) di Jombang menemukan sampel air hujan dari 4 lokasi di Kecamatan Tembelang, Kecamatan Plandaan, Kecamatan Ngoro dan kecamatan Jombang tercemar mikroplastik,  Mikroplastik jenis fiber mendominasi diikuti fragmen, filament dan foam.”salah satu sumber terbesar dari mikroplastik dalam air hujan adalah aktivitas pembakaran sampah plastik yang umum dilakukan di 4 kecamatan di Kabupaten Jombang” ungkap Rafika aprilianti, lebih lanjut Kepala Laboratorium Mikroplastik Ecoton menjelaskan bahwa dari 30 peserta yang mengikuti acara penelitian 100% menyebutkan bahwa perlakuan penanganan sampah di desanya adalah dengan pembakaran.

Senin, 15 Desember 2025

“Fighting the Microplastic Threat: Bawean’s Youth Take Action to Clean Plastic Waste from the Coast”

Thirty students of SDIT Al Huda Clean Up The Lebak Beach from
Single use plastic waste. Monday (12/15/2025)

Following the detection of plastic polymers in the blood of women on Bawean Island, SDIT Al Huda has taken mitigation action to address the growing microplastic threat by leading a clean-up at Lebak Beach, a site heavily polluted by single-use plastic waste. The initiative is part of a broader school-based movement to reduce plastic use, including a zero-waste canteen policy, mandatory reusable tumblers, drinking water refill facilities, and environmental education on waste separation and the health risks of microplastics.

Bawean, Gresik (15 December) — As the tide receded along the shores of Lebak Village on Bawean Island, dozens of children stepped carefully across the sand, lifting sacks heavy with plastic waste—silent evidence of a pollution crisis that has lingered for decades. The scene marked the Children’s Environmental Action: Beach Clean-Up Activity, a grassroots effort led by SDIT Al Huda Bawean in collaboration with Ecoton and the Human In Love Foundation (Korea), with support from the Lebak Village Government.

Kamis, 11 Desember 2025

600 PELAJAR SD MUHAMMADIYAH 3 IKROM WAGE SIDOARJO BELAJAR BAHAYA MIKROPLASTIK, Temukan Mikroplastik di Air Hujan Sidoarjo

Siswa SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage Sidorajo terperangah melihat
Mikroplastik dalam air hujan yang terpampang dalam layar
mikroskop. Aksi ini dilakukan salam rangka edukasi lingkungan
Jumat (12/12/2025)

Sidoarjo, 12 Desember 2025
—SD Muhammadiyah 3 Ikrom Wage Sidoarjo Berkolaborasi dengan Lembaga Kajian Ekologi dan Konservasi Lahan Basah (Ecoton) menyelenggarakan kegiatan edukasi lingkungan bertema “Mengenal Mikroplastik dan Dampaknya bagi Kesehatan dan Sungai”. Sebanyak 600 siswa dari kelas 1-6 SD beserta guru mengikuti kegiatan ini sebagai upaya menanamkan kepedulian sejak dini terhadap bahaya sampah plastik yang semakin mencemari lingkungan, khususnya sungai.

Dibutuhkan aksi mengurangi plastik harus dimulai sejak kecil. Anak-anak adalah agen perubahan. Mereka cepat belajar dan bisa membawa pesan ini ke rumah dan lingkungannya,” jelas Alaika Rahmatullah, lebih lanjut Koordinator Pendidikan Lingkungan Ecoton Foundation ini menkelakan bahwa plastik yang terbuang di lingkungan akan terfragmentasi menjadi mikroplastik, partikel kecil berukuran kurang dari 5 milimeter yang kini telah ditemukan di sungai, udara, makanan, bahkan garam dapur. Anak-anak diajak melakukan pengamatan sederhana, melihat contoh sampel mikroplastik dari sungai, serta berdiskusi tentang bagaimana perilaku sehari-hari dapat mengurangi risiko pencemaran.

Minggu, 07 Desember 2025

RIVER WARRIOR DESAK BUPATI GRESIK PRIORITASKAN JAMINAN KESEHATAN PENGUMPUL SAMPAH TPA/TPST

Aksi Relawan Ecoton Mengajak Masyarakat Mewaspadai
Ancaman Kesehatan Mikroplastik dan pemakaian
plastik Sekali pakai 

Temuan 23 senyawa bahan beracun plastik dalam darah pengumpul sampah di Gresik menjadi berita viral di Korea Selatan, Koordinator River Warrior Indonesia (REWIND)  Aeshnina Azzahra Aqilani  Senin, 8 Desember 2025 mengirimkan Surat Protes Ke Bupati Gresik, dan menuntut Agar Gus Yani, memberikan jaminan perlidungan Kesehatan Bagi perempaun pengumpul sampah di TPA maupun TPST di Gresik. “Temuan 23 senyawa beracun plastik salah satunya ptalat adalah ancaman riil bagi kesehatan perempuan selain berdampak pada reproduksi, phtalat bisa mengganggu hormone padahal perempuan sangat dipengaruhi oleh kinerja hormon,”Ungkap Aeshnina, lebih lanjut Koordinator River Warrior Indonesia ini meminta Bupati Gresik lebih serius dalam melakukan pengelolaan sampah dan dampaknya bagi kesehatan.

Kamis, 04 Desember 2025

GrowGreen dan Ecoton Gelar Aksi Bakar Sampah Plastik didepan Grahadi “Peringatkan Ancaman Kesehatan Senyawa Beracun Plastik dalam Tubuh Manusia”

Aktivis Growgreen Melakukan aksi teatrikal

 


"Temuan 23 Bahan Kimia Plastik dalam darah Perempuan di Gresik harus menjadi early warning agar pengelolaan sampah plastik mendapat perhatian Pemkab Gresik, larangan keras membakar sampah plastik dan perlunya penolakan terhadap wadah makanan dan minuman dari plastik sekali pakai" Ungkap Sofi Azilan Aini

Aksi teatrikal dilakukan oleh Growgreen dan Ecoton di depan Gedung Negara Grahadi pada Kamis siang (4/12/2025) ditengah gerimis 5 orang berpakaian ala manusia purba membakar sampah plastik diatas replika api yang sedang membara, ditengah kepulan asap yang mengepulkan serpihan plastik berukuran kecil membumbung keatas hingga ketinggian lima meter. “Aksi teatrikal ini adalah bentuk protes kami terhadap perilaku masyarakat Indonesia yang masih mengandalkan cara dibakar sebagai solusi pengelolaan sampah, 57% masyarakat Indonesia membakar sampah, bahkan di desa-desa di Indonesia 70,5% masih membakar dan membuang sampah sembarangan, perilaku membakar sampah inilah yang menjadi contributor buruknya kualitas udara dan tercemarnya air hujan oleh mikroplastik” ungkap Prigi Arisandi, lebih lanjut pendiri Ecoton ini menjelaskan Sampah plastik di Indonesia kini mencapai 12–17% dari total sampah, dan lebih dari 40% tidak terkelola dengan baik, sehingga banyak yang dibakar, bocor ke sungai, atau menumpuk tanpa penanganan. Kondisi ini memperbesar paparan bahan kimia berbahaya, terutama bagi perempuan pemilah sampah yang bekerja tanpa perlindungan memadai.

GROWGREEN : "HANYA ORANG PRIMITIF YANG HOBBY BAKAR SAMPAH PLASTIK"

Aksi teatrikal Membakar sampah plastik
didepan Grahadi Kamis (4/12/2025)

Surabaya (Kamis, 4/12/2025)— Grow Green dan Ecoton melaksanakan aksi “Stop Pembakaran Plastik, Cegah Hujan Mikroplastik” di depan Gedung Grahadi, Surabaya, pada Kamis, 4 Desember 2025, dari pukul 11.00 hingga 16.00 WIB, 15 orang aktivis melakukan aksi teatrikal dengan menampilkan 5 orang berpakaian ala primitif sambil membakar sampah plastik dan dari asapnya diilustrasikan keluar mikroplastik yang mengepul keangkasa, Mikroplastik yang dilepas berupa potongan serpihan plastik. Aksi ini banyak menarik perhatian pengguna jalan Pemuda di Depan Gedung negara Grahadi. Aksi ini mengecam perilaku masyarakat yang masih gemar membakar sampah plastik padahal membakar sampah plastik menghasilkan gas furan, dioksin dan senyawa plastik kimia beracun yang mengancam kesehatan masyarakat. "
Hanya orang primitif yang hobbynya bakar-bakar sampah plastik, karena mereka tidak tahu dampak kesehatan membakar sampah plastik" ungkap Anjar Bintoro Aji Mujiono, lebih lanjut koordinator aksi Growgreen ini memberikan peringatan kepada masyarakat Surabaya akan bahaya pembakaran sampah plastik yang menjadi salah satu penyumbang utama mikroplastik di udara dan air hujan.

Populer