Indonesia mengalami Krisis Sampah plastik, sungai, pantai dan laut dipenuhi sampah Plastik. Bahkan sungai-sungainya tercemar Mikroplastik. Budaya bakar sampah plastik dimana-mana dan penggunaan tas kresek, styrofoam, botol plastik, sachet dan popok tak terkendali. Generasi milenial dan Gen Z adalah generasi yang paling mendominasi pemilih
Pemilu 2024, yaitu sebanyak 56,45% . Harapan saya sebagai
anak muda Indonesia, saya ingin memiliki pemimpin yang sayang dengan generasi
penerus Indonesia sehingga mau memprioritaskan lingkungan, tidak serakah
mengambil hak lingkungan untuk generasi kami, dan bukan yang hanya pandai berbicara
tapi yang melakukan aksi nyata. Sosok pemimpin yang menolak Plastik Sekali pakai dan Pro Reuse atau Menerapkan sistem Pakai Ulang.Aeshnina Azzahra di buangan pabrik daur ulang sampah impor
Plastik tidak akan terurai di alam secara alami, namun akan terpecah
menjadi serpihan kecil berukuran <5 mm disebut mikroplastik. Mikroplastik ditemukan telah mencemari seluruh rantai
makanan dan lingkungan, Lebih parahnya mikroplastik ditemukan di tubuh manusia termasuk air susu ibu, pembuluh
darah, hingga paru-paru.
Hal ini sungguh menjadi serius dan harus diprioritaskan demi Kesehatan manusia
dan lingkungan untuk generasi mendatang. Bahan
kimia EDCs penyusun mikroplastik akan merusak sistem hormon yang dapat
mengurangi kesuburan, kanker prostat, kanker payudara, bahkan cacat janin.
Aeshnina Mengunjungi penimbunan sampah di desa Sidoarjo
Adanya plastik treaty menjadi
bukti banyaknya negara yang sadar akan bahaya plastik sekali pakai. Sebuah studi baru yang dipimpin oleh University of Oxford
mengembangkan model resolusi tinggi yang menyimulasikan pergerakan sampah
plastik di lautan dunia. Hasil studi ini menunjukkan bahwa Indonesia adalah
sumber utama sampah plastik berbasis darat yang ditemukan di pantai-pantai di
Seychelles. sampah yang Indonesia hasilkan dari Sungai Cisadane
mengalir hingga pantai di Seychelles, Afrika.
Menurut survei yang saya lakukan untuk mewujudkan kota yang bebas sampah plastik sekali pakai adalah 51,9% orang menjawab dengan mengurangi penggunaan plastik sekali pakai. Banyak masyarakat yang tahu bahwa sampah plastik harus dikurangi tapi mereka terus menggunakan plastik sekali pakai, salah satu penyebabnya karena tidak ada penegasan regulasi pembatasan plastik sekali pakai" Ungkap Aeshnina, lebih lanjut Siswi kelas XI menjelaskan bahwa telah terjadi kerusakan bumi Indonesia yang ditandai dengan:
1.
Tingginya
kepunahan ikan-ikan air tawar yang ada di sungai-sungai Indonesia akibat
pencemaran limbah cair dan deforestasi
2.
Tingginya
lonjakan Emisi Karbon Indonesia yang mendorong pemanasan Global
3.
Jakarta menjadi
kota dengan kualitas air terburuk di Dunia
4.
Sungai-sungai
Indonesia Tercemar Mikroplastik
BBerikut 7 Tuntunan Gen Z pada Calon Presiden 2024-2029
1.
Membuat PERPRES Pembatasan Plastik untuk Kemasan dan Produk Sekali Pakai Buang (SINGLE USE OR DISPOSABLE) yang diawasi ketat dan
diberi sanksi tegas jika ada pihak yang melanggar.
2.
Mewajibkan pemerintah desa untuk menyediakan layanan pengolahan sampah terpilah
dan pengomposan di wilayah kawasan desa tidak hanya tersedia di kota besar.
3.
Mewajibkan produsen untuk mendesign ulang packaging plasik sekali pakai, menjadi
pacgaking yang dapat digunakan berulang atau bisa di refill kembali untuk
menghentikan produksi sampah baru.
4.
Menjalankan Undang-Undang Republik
Indonesia Nomor 18 Tahun 2008 Tentang Pengelolaan Sampah Pasal 6 Tugas Pemerintah dan pemerintahan daerah
untuk menjamin terselenggaranya pengelolaan sampah yang baik dan berwawasan
lingkungan.
5.
Menegakkan aturan larangan pembakaran
sampah dan menerapkan REDUCE
6.
Membatasi produksi plastik untuk kemasan
sekali pakai
7.
Menutup impor sampah plastik dan
memaksimalkan pengumpulan sampah plastik dan kertas dari dalam negeri untuk
memenuhi kebutuhan industri daur ulang dan kertas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar